Beranda Daerah

Ponpes AL-Mubarok Lanbulan, Gelar Bahtsul Masail Kubro Se Jawa-Madura

BERBAGI
Bahtsul Masail se Jawa-Madura di ponpes al-Mubarok Lanbulan, Sampang, Madura [foto: khoiron]
Bahtsul Masail se Jawa-Madura di ponpes al-Mubarok Lanbulan, Sampang, Madura [foto: khoiron]
Bahtsul Masail se Jawa-Madura di ponpes al-Mubarok Lanbulan, Sampang, Madura [foto: khoiron]

 

berita9online, Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan adalah salah satu Pondok Pesantren yang terletak di desa Baturasang Tambelangan Sampang Madura, yang berbasis diniyah salafiyah. Salah satu program unggulan Pondok Pesantren ini adalah kegiatan Bahtsul Masail Diniyah dan Waqi’iyah.

 

Pada tanggal 05-06 J. Akhiroh 1435 H, bertepan dengan Tanggal 05-06 April 2014 M. Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan telah mengadakan Bahtsul Masail se-Jawa-Madura yang ke enam (VI) kalinya. Program ini di bawah naungan salah satu badan organisasi santri yang bernama KBMK (Konfrensi Bahtsul Masa’il Kubro).

 

Mengingat jumlah peserta yang tidak sedikit, membuat acara Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan ini semakin meriah. Dimana hampir 60 Pondok Pesantren se-Jawa dan Madura mengirimkan para delegasinya untuk ikut berpastisipasi sebagai peserta dalam kegiatan ini.

 

Diantara permasalahan yang diangkat dalam bahtsul masa’il yang keenam (VI) ini adalah fenomena yang terjadi di Bengkulu, dimana gubernur Bengkulu akan memberikan hadiah pada masyarakat yang konsisten melaksanakan shalat Dzuhur berjemaah dengan waktu yang telah ditentukan, hadiahnya-pun tidak tanggung-tanggung ada mobil Innova, Haji dan Umroh dipandang dalam perspektif fiqih dan hukum Islam.

 

Begitu juga permasalahan terkait regulasi pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK yang terkadang menyadap pembicaraan orang yang dianggap melakukan tindak pidana korupsi, dipandang dari segi hukum Islam.
Bahtsul masail dibuka secara resmi oleh majlis Kyai Pondok Pesantren al-Mubarak Lanbulan setelah pada tanggal 05 April 2014, dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib dan pembagian kelompok delegasi musyawarah bahtsul masail sesuai dengan komisi-komisi yang telah ditentukan panitia.

 

Pada jalsah pertama yang dimulai jam 20:00 sampai jam 00:00, suasana musyawarah terbilang cukup alot, karena masing-masing delegasi bersikukuh dengan pendapatnya, sehingga dalam waktu kurang lebih tiga jam, musyawarah ini hanya mendapatkan satu keputusan diantara beberapa masalah yang dimusyawarahkan.

 

Sedangkan jalsah kedua yang dimulai pada tanggal 06 April 2014, sempat diskors sejenak karena guyuran hujan yang sangat lebat, sehingga acara yang semestinya dimulai Jam 08:00 s/d 12:00 siang ditunda untuk beberapa saat.

 

Sedangkan jalsah yang ketiga sekaligus penutupan dimulai Jam 01:30 sampai dengan selesai.

 

Harapan dari penitia KBMK semoga program ini terus berkembang dari waktu ke waktu, sehingga dapat melahirkan kader-kader handal yang bisa menjawab permasalahan-permasalahan aktual yang semakin hari semakin kompleks berdasarkan teks-teks di dalam literatur-literatur yang mu’tabar. HND/LKPP.
[khoiron]

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.