Beranda Daerah

Ormas Islam Jangan Terkontaminasi Paham Radikal

BERBAGI
Kasat Intelkam Polres Padangpariaman AKP Nasirwan (tengah) [bagindo armaidi]

Padangpariaman-berita9online, Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padangpariaman diminta untuk tidak ikut dalam kegiatan yang mengarah pada radikalisme. Termasuk kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan stabilitas daerah.

Hal ini diungkapkan Kasat Intelkam Polres Padangpariaman AKP Nasirwan, S.Sos, Jumat (7/4/2017) siang, di ruang kerjanya ketika menerima kunjungan silaturrahmi Ketua Gerakan Pemuda Ansor Padangpariaman Zeki Aliwardana. Pertemuan tersebut juga membahas seputar kondisi keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Padangpariaman.

Menurut Nasirwan, Ansor sebagai bagian dari masyarakat diharapkan dapat menjaga stabilitas daerah. Dengan demikian juga akan turut menjaga stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

“Organisasi masyarakat kepemudaan (ormas OKP) yang bernuansa Islam di Kabupaten Padangpariaman diharapkan jangan sampai terkontaminasi oleh paham dan gerakan radikal. Karena paham radikal tersebut dapat mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Padangpariaman Zeki Aliwardana menyebutkan, Ansor sudah memiliki komitmen yang tegas untuk selalu konsisten menjaga keutuhan NKRI. Setiap paham dan gerakan radikal yang ingin merongrong NKRI, Ansor siap membendungnya. Hal ini juga sudah ditegaskan saat beraudensi dengan Kapolda Sumatera Barat sekitar Januari 2017 lalu.

“Ansor Padangpariaman siap membantu aparat keamanan jika dibutuhkan untuk menjaga keutuhan NKRI. Karena sejatinya Ansor juga turut berjuang mendirikan NKRI ini dari bangsa penjajah pada perang kemerdekaan. Ansor sendiri sudah lahir sebelum kemerdekaan RI, sehingga kader-kader Ansor juga turut berjuang mempertahankan NKRI dengan darah dan nyawa dulunya,“ kata Zeki yang didampingi Sekretaris PAC Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Sintuak Toboh Gadang Radelkha Adki.

[bagindo armaidi]

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.