Beranda Daerah

NU Kecamatan Bukateja Bangun Kantor Berlantai 2

BERBAGI
Gedung NU Bukateja yang sedang dalam pembangunan
Gedung NU Bukateja yang sedang dalam pembangunan
Gedung NU Bukateja yang sedang dalam pembangunan

 

 

Purbalingga, Majlis Wakil Cabang Nahlatul Ulama  (MWC-NU), Kecamatan Bukateja Kab Purbalingga Jawa Tengah,  saat ini tengah membangun dan merehabilitasi Gedung MWC NU Bukateja yang terletak di desa Bukateja, Kec. Bukateja.

 

Pembangunan Gedung NU itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan tokoh-tokoh NU se-kecamatan Bukateja pada bulan Syawal 1334 H, di Ponpes Darul Abror, Desa Kedungjati Kec BUkateja Kab Purbalingga Jawa Tengah. Untuk merekatkan hubungan tokoh-tokoh NU itu, MWC juga menggelar pengajian dwi mingguan sebagai upaya membentengi jami’yah dari gempuran aliran-aliran yang berseberangan dengan akidah ahlussunnah waljama’ah.

 

Pembangunan Gedung NU Kecamatan Bukateja dengan 2 lantai akan memakan biaya sekitar Rp 365.000.000,- karenanya dihimbau kepada warga NU se Kecamatan Bukateja agar segera menyalurkan dana bantuan ke masing-masing kepengurusan NU yang ada, baik di tingkat ranting maupun badan otonom NU Bukateja atau setor ke Bendahara. Panitia Pembangunan Gedung NU melalui Ibu Inayatul Imtihanah, HP: 08112602925, Rek BRI 0074-01-029088-50-9.

 

Sampai hari ini Kamis (26/9), bangunan gedung NU sudah dua lantai berdiri, tinggal bagian atap saja yang belum selesai atau bangunan lantai dua yang harus direhab. Selain itu, bagi warga NU yang ingin setor langsung berupa bahan bangunan bisa menghubungi Bpk Slamet melalui HP 082226820331.

 

Adapun kegiatan MWC NU lintas tokoh NU se kecamatan Bukateja sampai saat ini selalu disambut antusias oleh warga Nahdhiyin di kec Bukateja. Pengajian dwi mingguan selalu dihadiri oleh seluruh pimpinan Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga baik tingkat syuriah sampai ke tingkat tanfidziyah bahkan juga seluruh jajaran badan otonom NU seperti Ansor, Muslimat, Fatayat. “Majlis Wakil Cabang Nahlatul Ulama Kecamatan Bukateja Kab Purbalingga Jawa Tengah mennggelar pengajian dwi mingguan ini sebagai upaya membentengi jami’yah dari gempuran aliran-aliran yang berseberangan dengan akidah ahlussunnah waljama’ah,” kata KH Abror Mushodiq yang juga adalah ketua Forum Komunikasi Tokoh NU se Kec Bukateja.

 

Menurut salah satu anggota Tim Bahsul Masail MWC NU Kec Bukateja, KH Arif Musodiq menceritakan awal pengajian ini dmana pengajian rutin dwi mingguan MWC Kec Bukateja ini adalah forum komunikasi tokoh tokoh Nahdhlatul Ulama yang ada di kec Bukateja. Perlu diketahui forum ini telah berdiri bulan Syawal 1334 H dan kegiatan dikerjakan berkolaborasi antara NU, Muslimat, GP Ansor, Fatayat Ma’arif baik tingkat desa maupun kecamatan se-Kecamatan Bukateja. ”Kegiatan pengajian ahad pagi ini lintas partai politik. Boleh diikuti oleh siapa saja mulai dari PPP, PKB, Gerindra, Golkar, Nasdem pokoknya bisa semua partai politik bisa ikut, yang penting niat lillahy Ta’ala.”

 

”Pengajian ini umum keliling dan diselenggarakan oleh tiap ranting NU dengan pembicara dari tokoh NU yang dipilih oleh pimpinan setempat. Demkian pun untuk tim Bahtsul Masail untuk menjawab pertanyaan dari jamaah yang diajukan pada pengajian sebelumnya. Ada Tim Sepuluh yang berisi tokoh-tokoh NU yang tugasnya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditulis oleh jama’ah yang hadir,” terang KH Arif Mushodiq.

 

Tim sepuluh itu anggotanya Kiai-kiai , KH Saifudin , KH Salbani, KH Muhammadun, KH Mualimj, KH Salimi, KH Nasuha dll. “Materi sudah dibagi-bagi oleh Tim Materi untuk menjawab pertanyaan jamaah. Tema pengajian dwi mingguan ini selain keorganisasian dan amaliyah Aswaja ada juga dibahas bab Tawasul, Qunut, Faham-faham yang berseberangan dengan Aswaja, Shalat Tarawih, Qodho Sholat dll.

 

Sekretaris tokoh NU se-Kec Bukateja H Muhtamil S Ag menyatakan bahwa di kec Bukateja ada sekitar 40.000 warga NU.”Jadi kalau iuaran per warga bisa dihitung Rp 10.000,- per anggota NU se- kecamatan Bukateja,” kata H Muhtamil. (Setiawan)

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.