Beranda Daerah

Maulid Simthud Durar di Purbalingga

BERBAGI
Jamaah Maulid di Purbalingga (foto: aji setiawan)
Jamaah Maulid di Purbalingga (foto: aji setiawan)
Jamaah Maulid di Purbalingga (foto: aji setiawan)

 

Lapangan selatan GOR Goentoer Darjono , kelurahan Purbalingga Kidul Kab Purbalingga malam Sabtu malam Minggu 5 Spetember 2013 (5/9) tak biasanya sudah ramai penuh sesak oleh ribuan jamaah yang hadir dari berbagai penjuru Kab Purbalingga Jawa Tengah.

 

Sebuah panggung besar terpasang di sebelah barat lapangan. Serombongan anak muda dari santri-santri Ponpes Darul Rohman, Kalikabong kecamatan Kalimanah Kab Purbalingga melantunkan shalawat dan membaca Maulid Simthud Durar secara bergantian. Lantunan shalawat tak pelak disambut dengan liukan bendera dari anak-anak muda yang membawa bendera Nahdlatul Ulama dan berbagai majelis Taklim yang ada di Kab Purbalingga.

 

Selepas pembacaan Maulid, acara disambung dengan sambutan dari panitia. ”Tablik akbar yang ketiga ini akan di selenggarakan pada bulan Syawal yang lalu, namun karena kesibukan pembicara yang hadir sehingga pada malam ini bisa terselenggara. Namun karena pembicara yang diharapkan yakni Habib Thohor dalam keadaan sakit. Oleh karena dengan permohonan maaf, pembicara menyampaikan salam kepada hadirin sekalian dan memohon doa agar cepat sembuh,” kata Drs Suroto, M.Si mewakili panitia.

 

“Majlis Dzikir Darul Taubat ini adalah sebagai media untuk mengasah diri dan membentengi diri jamaah dari gempuran jaman. Kita juga merasakan perbedaan khilafiyah dalam umat Islam sering memecah umat Islam sendiri. Kalau ini dibiarkan tentu akan membuat perbedaan sendiri. Dengan Tablig akbar ini kita berharap bisa mempersatukan umat Islam,”kata Drs Suroto yang juga adalah pembina Majlis Taklim dan Dzikir Darul Raubat Kab Purbalingga.

 

Selepas sambutan panitia acara berlanjut dengan sambutan Bupati Purbalingga, Drs H Sukento Ridho Marhendrianto, MM. Dalam sambutannya Bapak Bupati menyatakan acara ini sangat berguna dan bermanfaat. “Kepada panitia ini mudah-mudahan acara ini bermanfaat karena di tempat ini biasanya mejadi ajang maksiat, mudah-mudahan di tempat ini menjadi tempat yang baik. Alhamdulillah panitia bisa menyelenggarakan acara seperti ini,” kata Drs H Sukento kepada jamaah.

 

Selain itu Bapak Bupati juga mengajak jamaah agar mendoakan agar Purbalingga pembangunannya semakin lancar dan menjadi kabupaten yang “gemah ripah loh jinawi lan toto tentrem kerto raharjo.

 

Sehabis sambutan Gus Panggok, pengasuh Pondok Pesantren Darul Rohman Kalikabong Kec Kalimanah Kab Purbalingga acara bersambung dengan taushiyah utama oleh Habib Husein bin Abu Bakar bin Salim dari Sokaraja Kab Banyumas. “Alhamdulillah tadi dibacakan mauled Nabi Muhammad SAW. Ini menandakan jamaah senang dengan kanjeng Nabi SAW. Kanjeng Nabi SAW pernah berucap: “Al-mar’u ma’a man ahabba, seseorang akan bersama dengan yang ia cintai”.

 

Sebagaimana juga kita cinta dengan Nabi Muhammad SAW apakah kita sudah sampai mencontoh kesabaran, kelomanan, jiwa pertolongan beliau, Nabi Muhammad SAW. ”Pada jaman Rasulullah SAW, orang masuk Islam bukan karena mukjizat tapi orang masuk Islam karena kesabaran dan ketabahan Rasulullah SAW,” tegas Habib Husein.

 

Dalam kesempatan itu Habib Husein juga menjelaskan tentang orang-orang yang tidak mendapatkan Rahmat Allah SWT. Pertama orang yang selalu berkacak pinggang, orang yang berani kepada orang tua dan perempuan yang selalu berpakaian seperti laki-laki dan sebaliknya.

 

“Kalau kita cinta dengan Kanjeng Nabi, cintanya di mana?” Tanya Habib Husein kepada jamaah.
Siti Khotijah mendermakan seluruh harta bendanya untuk perjuangan Rasulullah SAW. Pernah suatu waktu Nabi Muhammad SAW sedang jalan-jalan ada suara yang mengucap salam,”Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu…,”
Kanjeng Nabi menjabawab,” Wa’alaikum salam warahmatullahi Wabarakatuhu..

 

Kanjeng Nabi lalu ber jalan lalu terdengar lagi suara yang uluk salam, betapa terkejutnya kanjeng Nabi ternyata suara yang beruluk salam adalah seekor kijang. Kemudian terjadilah dialog antara Kanjeng Nabi nabi SAW dengan seekor Kijang.
Ternyata Kijang itu ternyata tengah disandera oleh orang-orang Yahudi, sehingga sang kijang itu meminta kepada Kanjeng Nabi agar dia dilepaskan oleh sandera orang-orang Yahudi. Kemudian Kanjeng Nabi SAW meminta kepada orang-orang Yahudi agar melepaskan sang kijang, karena sang KIjang itu masih menyusui anak-anaknya.

 

Dalam kesempatan itu Habib Husein bin Abubakar bin Salim juga mengungkapkan tentang keistimewaan Nabi Muhammad SAW. Di mana Nabi Muhammad SAW adalah tercipta dari Nur Nya Allah SWT. Kanjeng Nabi Muhammad SAW adalah manusia tapi bukan seperti manusia biasa. “Baginda Nabi Muhammad SAW kadang tidak makan sampai tiga hari, bahkan sampai perutnya diganjal dengan batu, tidak seperti kita baru tidak makan sehari saja sudah banyak mengeluh,” kata Habib Husein.

 

Kedudukan Nabi Muhammad SAW sangat tinggi di sisi Allah SWT karena Allah SWT sendiri menyanjungnya tidak sebagaimana Nabi dan manusia-manusia yang ada. ”Allah SWT sendiri menyampaikan salam langsung kepada Nabi Muhammad SAW,” kata Habib Husein.

 

Dalam kesempatan itu Habib Husein juga mengijazahkan wirid; ” Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar. Wala haula wala quwwata Illa billahil aliyil adzim,” agar jamaah selalu mendapat perlindungan Allah SWT dan dalam keadaan sehat wal ‘afiat. Selain itu Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah s.a.w. berkata : “Membaca Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar lebih aku sukai daripada seisi dunia.” (Hadith Riwayat Muslim).

 

Selepas taushiyah terakhir oleh KH Abdul Aziz dari Comal Kab Pemalang acara langsung ditutup tepat pukul 12.00 oleh Habib Alwi in Ahmad bin Alwi bin Ahmad Ba’abud. (a. Setiawan)

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.