Beranda Daerah

Masyarakat Sijangek-Padangpariaman Dirikan Pesantren NU

BERBAGI
Tuo Nagari Sungai Durian sedang memotong seekor ayam sebagai simbol pendarahan memulai peletakan batu pertama Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum
Tuo Nagari Sungai Durian sedang memotong seekor ayam sebagai simbol pendarahan memulai peletakan batu pertama Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum
Tuo Nagari Sungai Durian sedang memotong seekor ayam sebagai simbol pendarahan memulai peletakan batu pertama Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum

 

Sijangek, Antusias masyarakat Sijangek Nagari Sungai Durian Kecamatan Patamuan Kabupaten Padang Pariaman Propinsi Sumatera Barat mendirikan pondok pesantren tidak hanya terlihat dari spontanitas penyerahan tanah seluas 6 ha.

 

Antusias tersebut juga dibarengi dengan semangat membangun lokal darurat Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Sijangek yang ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunannya, Sabtu (28/9/2013) oleh segenap masyarakat setempat. Sedikitnya 100 orang tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama dan pemuda turut bergotongroyong.

 

Sekretaris Pembangunan Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Sijangek Amzah MM usai peletakan batu pertama tersebut mengatakan, prosesi peletakan batu pertama pembangunan ini dilakukan setelah pemuka masyarakat menentukan kapan hari baik memulainya. Sebelum dilakukan peletakan pertama, pemuka masyarakat Sijangek hadir di lokasi yang akan dibangun.

 

“Setelah berkumpul, dilakukan upacara pemotongan ayam oleh tukang Tuo Nagari Sungai Durian. Pemotongan ayam ini dimaksudkan adanya pendarahan. Artinya, sebelum dibangun, didarahi dulu. Ini merupakan tradisi di Sijangek kalau membangun didarahi dulu. Mudah-mudahan pembangunan Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum ini diredhoi oleh Allah Swt.,” kata Amzah, salah seorang Kepala SD di Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padangpariaman.

 

Peletakan batu pertama pembangunan lokal darurat Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Sijangek, juga dihadiri anggota DPRD Padangpariaman, Nasdini Indriani.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, masyarakat Sijangek Nagari Sungai Durian, Kecamatan Patamuan Kabupaten Padang Pariaman sepakat menyerahkan tanahnya hampir 6 hektar untuk pengembangan dan pembangunan pondok pesantren Nahdlatul Ulum yang saat ini sudah berjalan di Desa Kajai Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman. Penyerahan tanah untuk lokasi pesantren, merupakan keinginan masyarakat menjadikan Sijangek sebagai lokasi memperdalam ilmu agama Islam.

 

Pimpinan Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Muhammad Nur M.A, kepada media ini, Minggu (29/9/2013) menyebutkan, lokasi di Sijangek ini merupakan pengembangan dari Pesantren Nahdlatul Ulum yang sekarang sudah dirasakan terbatas untuk dikembangkan. Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas kepercayaan masyarakat Sijangek untuk dikembangkan sebagai lokasi pesantren Nahdlatul Ulum.

 

Saat ini, kata M.Nur, sedang kita siapkan master plan-nya dan anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan ruang belajar, ruang asrama, ruang perpustakaan, ruang guru, sarana olahraga, dan sarana penunjang lainnya sesuai dengan kebutuhan sebuah pondok pesantren.

 

“Diharapkan dalam waktu dekat master plan-nya selesai. Sehingga tahapan-tahapan berikutnya dapat dilakukan sehingga pesantren tersebut benar-benar mampu menjadi pusat pendidikan dan pendalaman agama Islam di Kabupaten Padangpariaman,” kata M.Nur yang juga Kepala Kemenag Bukittinggi ini.

 

Keterangan Foto:

1. Tuo Nagari Sungai Durian sedang memotong seekor ayam sebagai simbol pendarahan memulai peletakan batu pertama Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Sijangek Nagari Sungai Durian Kecamatan Patamuan Kabupaten Padang Pariaman Propinsi Sumatera Barat.

2. Pemuka masyarakat bermusyarah memulai peletakan batu pertama Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Sijangek Nagari Sungai Durian Kecamatan Patamuan Kabupaten Padang Pariaman Propinsi Sumatera Barat

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.