MANU Karangploso: Dari, Untuk Dan Oleh Warga NU

BERBAGI
gbmanu
Madrasah Aliyah NU Karangploso, Malang
gbmanu
Madrasah Aliyah NU Karangploso, Malang

Malang, Madarasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Karangploso Malang, adalah salah satu diantara lembaga pendidikan yang secara jelas menyertakan kata Nahdlatul Ulama pada nama resminya. Lembaga pendidikan yang diresmikan pelaksanaannya oleh KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur) pada 18 Juni 1990 ini memiliki visi: mewujudkan generasi Islami, berprestasi, terampil dan mandiri.

 

Saat diwawancarai berita9online Rabu, 15 Mei 2013; H. Kholil Rurohman, M.Pd.I, M.Pd, menjelaskan indikator Islami yang dimaksud dalam visi madrasah tersebut sebagai berikut: ‘Beriman dan bertaqwa kepada Alloh SWT berlandasakan al Quran, Hadits, Ijtihad ulama ala ahlussunah wal jamaah an nahdliyah yang menebarkan kasih sayang (rahmah) bagi semua orang’. Ia dengan tegas menyatakan kata Ahlussunnah wal Jamaah.

 

Dengan memasang nama organisasi yang didirikan oleh Mbah Hasyim itu sebagai nama resmi lembaga, MANU tidak merasa khawatir akan ditinggal masyarakat luas hanya karena terkesan untuk kalangan NU saja. Saat ditanya apakah ada kekahwatiran semacam itu, pak Kholil menjelaskan: “Itulah yang kami jadikan langkah hidup, jangan ragu-ragu. Dan masyarakat akan semakin dewasa dalam memilih lembaga yang memiliki visi keislaman yang pasti, dengan tetap menjaga ukhuwah islamiyah yang baik”.

 

Dalam rencana pengembangannya ke depan, Laki-laki kelahiran Kediri tahun 1970 ini, menginginkan agar masyarakat juga berperan dan menyumbangkan partisipasinya dalam rangka pengembangan madrasah. Tidak  hanya dalam bentuk sumbangan dana saja, melainkan lebih jauh juga memberikan masukan dalam hal-hal yang lebih penting lagi, seperti penentuan anggaran dan RAPBM, program kerja dan lain sebagainya.

 

Hal ini tidak lain supaya masyarakat merasa ikut membangun dan mengembangkan Madrasah tempat anak-anaknya belajar. “Kami berharap dukungan riil masyarakat dalam bentuk partisipasi dan rasa memiliki bahwa inilah lembaga yang dikelola dari, oleh, dan untuk orang-orang NU. Kami sadar bahwa munculnya sikap merasa memiliki itu mesti berproses, dan proses itu yang sekarang sedang dan terus akan kami ikuti”. Tutur ayah dua anak itu.

 

“Dukungan riil masyarakat saat ini relatif cukup baik. Hal ini terbukti masyarakat sudah memasukkan putranya ke MANU Karplos. Dan yang menggembirakan, rata-rata orang tua yang memasukkan putranya di MANU Karplos itu karena ingin mendalami ajaran ASWAJA. Namun, Kami menginginkan keterlibatan masyarakat tidak sekadar seperti itu, tetapi masyarakat juga terlibat dan merasa memiliki MANU secara proporsional. Untuk itu, MANU Karplos dirancang dengan sistem open management, yang berarti kepemimpinan kepala madrasah itu atas kehendak orang tua sebagai mitra kerja yang produktif”. Tambahnya.

 

Selanjutnya, ditanya mengenai apa yang akan direncanakan keedepan untuk mengembangkan MA Nahdlatul Ulama, ia menjelaskan bahwa dirinya ingin memperlihatkan pada umum, bahwa Lembaga Pendidikan yang secara tegas menyatakan Ke-NU-annya akan bisa diterima masyarakat luas. “MANU Karangploso ingin menjadikan lembaga pendidikan tingkat menengah atas ini sebagai bukti bahwa visi kelembagaan yang secara tegas berafiliasi pada NU akan gampang mendapat dukungan masyarakat. Untuk itu, MANU Karangploso melakukan pendekatan sosial secara efektif dengan melakukan kegiatan nyata yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Kegiatan tersebut berupa bhakti sosial, dakwah bil hal, bimbingan menuju masyarakat sakinah, dan lain-lain. Jadi, area pendidikan tidak hanya di kelas melalui pendidikan anak-anak, tetapi juga mendidik orang tua agar lebih cerdas yang hasilnya akan berpengaruh pula pada pendidikan anak-anak mereka”. Semoga berhasil !. (ank)

11 KOMENTAR

  1. Saya sangat setuju langkah MANU yang berani menjadi lembaga takhassus ke-NU-an. Kalau bukan kita siapa lagi!

  2. Langkah kepala MANU harus kita dukung dan kita laksanakan sesuai planning. Saya juga amat yakin jika kita survive di NU maka akan dapat barakah dari para pendiri dan ulama NU. Maju Terus MANU, pantang mundur!

  3. Saya juga mengelola lembaga yang sama di bawah NU tingkat ibtidaiyah. Awalnya lembaga kami sangat minim siswa. Tetapi lembaga kami terus berbenah diri dengan cara merencanakan berbagai program ke masyarakat dengan tidak meninggalkan ke-NU-annya. Salah satu yang kami tawarkan ke masyarakat adalah program unggulan di bidang bahasa dan teknologi, dan kami tambahi namanya dengan MINU international school. nyatanya, masyarakat menerima dan mendukung. Coba MANU juga melakukan langkah kami. Selamat berjuang. NU jaya!

  4. Langkah Bapak Kepala Madrasah sangat bagus. Saya termasuk yang ketika menyekolahkan anak saya juga pertimbangannya adalah lembaga milik NU. Semoga juga didukung oleh para pembesar NU dengan bantuan yang memadai.

    • oleh warga NU, kultural dan struktural, termasuk Anda yang peduli pada NU. Jadi, pengembangan MANU bersifat terbuka, menerima aspirasi, kreasi, inovasi, dari warga nahdliyyin secara umum. Cobalah!

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.