Majelis Taklim Harus Bangkit Perbaiki Moral Generasi Muda

BERBAGI
Ketua PW LDNU Sumbar Darmis Darwis menyampaikan tausyiah dihadapan jamaah Majelis Taklim Nagari Kuraitaji (foto: bagindo armaidi)
Ketua PW LDNU Sumbar Darmis Darwis menyampaikan tausyiah dihadapan jamaah Majelis Taklim Nagari Kuraitaji  (foto: bagindo armaidi)
Ketua PW LDNU Sumbar Darmis Darwis menyampaikan tausyiah dihadapan jamaah Majelis Taklim Nagari Kuraitaji (foto: bagindo armaidi)

 

 

Kuraitaji-berita9online, Kerusakan moral generasi muda yang terjadi saat ini sungguh memprihatinkan semua pihak. Kaum ibu merupakan penentu dalam memperbaiki moral yang sudah rusak tersebut. Terutama kaum ibu yang tergabung dalam majelis taklim sangat diharapkan mampu berperan aktif memperbaiki moral generasi mendatang.

 

Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Sumatera Barat Drs. Darmis Darwis, MA mengungkap hal itu, Jumat (13/12/2013) sore pada pengajian rutin Majelis Taklim Nagari Kuraitaji Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padangpariaman di Surau Korong Kampung Tangah, Kuraitaji.

 

“Kaum ibu di majelis taklim ini sangat diharapkan perannya. Karena sebagian besar dari kaum laki-laki (suami), menghabiskan waktunya di lapau-lapau, baik yang hanya maota, maupun main koa (berjudi). Negeri ini akan baik, jika kaum ibunya juga baik. Karena dari ibu yang baik akan lahirlah generasi (anak) yang baik pula,” kata Darmis Darwis yang akrab disapa DD, dihadapan lebih 200 jamaah majelis taklim.

 

Dikatakan, Padang termasuk 10 besar kasus AIDS. Dari pengamatan di Kota Padang, hampir 90 persen anak sekolah tidak shalat. Ini membuktikan orangtua tidak lagi mengontrol apakah si anak shalat atau tidak. Dari dialog dengan salah seorang ibu jamaah majelis taklim yang tengah berlangsung terungkap, dari 6 orang anaknya, hanya 1 yang mengerjakan shalat. Selebihnya, tidak melakukan shalat. “Bagaimana mungkin akan menghasilkan anak bermoral dan menjalankan perintah agama? Shalat saja mereka tidak melaksanakannya,” kata DD yang juga Pimpinan Majelis Zikir Al Inabah Sumatera Barat ini.

 

“Dulu tonggak listrik dari besi, kini tonggak listrik dari beton. Dulu magrib mengaji, kini magrib menonton (tivi). Wajar jika anak-anak tidak bermoral, karena yang ditonton di tivi banyak yang tidak bermoral. Untuk itu, kaum ibu di majelis taklim ini harus bangkit memperbaiki moral generasi muda. Maka mulailah matikan tivi sejak magrib hingga pukul 21.00 WIB. Gunakan untuk mengaji. Minimal tidak menonton sinetron,” kata DD.

 

Darmis Darwis salut kepada Walinagari Kuraitaji yang pendukung penuh kegiatan majelis taklim ini. Bahkan menyediakan anggaran khusus untuk transportasi dari masing-masing korong menuju lokasi pengajian. “Baru kali ini saya temukan walinagari yang menghidupkan majelis taklim sampai bertahun-tahun,” katanya.

 

Walinagari Kuraitaji Zardi menyambut baik untuk mematikan tivi waktu magrib hingga pukul 21.00 WIB. “Saya berharap ibu-ibu majelis taklim ini mulai mematikan tivi waktu magrib hingga pukul 21.00 WIB. Mari kita isi dengan kegiatan mengaji dan kegiatan positif lainnya sehingga anak-anak tidak lagi terpengaruh oleh tivi. Saya tergugah dengan himbauan mematikan tivi tersebut,” kata Zardi menekankan.

 

Ke depan diharapkan kehadiran utusan dari masing-masing korong terus bertambah. Tahun 2013 disediakan anggaran Rp 200.000 per korong untuk transportasi. Tahun 2014 akan dinaikkan menjadi Rp 300.000. Biaya tersebut dibebankan pada anggaran nagari. Jadi tidak ada alasan enggan menghadiri pertemuan rutin majelis taklim ini,” kata Zardi.

 

Pengajian ditutup dengan penyerahan buku oleh penulis buku Armaidi Tanjung kepada Walinagari Kuraitaji Zardi. Buku tersebut diserahkan untuk perpustakaan di kantor Walinagari Kuraitaji. “Buku ini diharapkan dapat menambah bahan bacaan yang ada di perpustakaan Kantor Walinagari Kuraitaji. Sebagian besar buku yang disumbangkan adalah hasil karya sendiri,” kata Armaidi yang juga wartawan ini.(bagindo armaidi)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.