Beranda Daerah

Lesbumi Padang Diresmikan, Kenalkan Nilai Kesenian Tradisional Sejak Dini

BERBAGI
lesbumi gb

lesbumi gbPadang, Penanaman nilai-nilai dan kesenian tradisional Minangkabau hendaknya sudah dimulai sejak dini di kalangan anak-anak. Hal itu dapat membendung anak-anak dari serangan budaya luar Minangkabau yang tidak sesuai dengan norma-norma lokal yang mestinya dijaga. Untuk itu, penyelenggaraan lomba tari Minang Melayu dan Fashion Show yang melibatkan anak-anak TK, anak-anak, remaja dan lansia ini pantas diberikan apresiasi.

Demikian diungkapkan Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Lesbumi M. Diennaldo Majin pada pelantikan Lesbumi NU Kota Padang, Minggu (21/4/2013) sore di Taman Budaya, Padang. Pelantikan Lesbumi bersamaan dengan penyelenggaraan Lomba Tari Minang Melayu dan Fashion Show yang diselenggarakan dalam rangka Ulang Tahun Sanggar Tari Alang Babega ke-41, peringatan Hari Lahir (Harla) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-53, dan pelantikan Lesbumi Padang.

Turut memberikan sambutan, Ketua Dewan Penasehat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU Kota Padang, Armaidi Tanjung, Pembina Sanggar Tari Alang Babega Syafri kasim, Ketua Umum PMII Cabang Padang Yosef Firman Susilo. Sedangkan Pimpinan Cabang Lesbumi Kota Padang diketuai Hasbullah Al-Qomar, Wakil Ketua Eldo Alcarja, Syamsuardi. Sekretaris Siti Rodiah, Wakil Sekretaris Siti Jumatul Akiddah dan Kartika. Bendahara Wiwit Nora Nila Sari, Wakil Bendahara Fitri Yeni. Pengurus dilengkapi dengan divisi seni teater, tari, sastra, film dan tv, musik serta divisi rupa.

gb2Sekjen PP Lesbumi M.Diennaldo Majin menyebutkan, Lesbumi berdiri tahun 1962 oleh tokoh orang Minang di Jakarta. Masing-masing Jamaluddin Malik, Asrul Sani, dan Usmar Ismail. Jamaluddin Malik melahirkan anak yang bernama Camelia Malik, seorang penyanyi terkenal di tanah air. Asrul Sani seniman dan Usmar Ismail bapak film nasional.

“Dari spirit ketiga tokoh tersebut saya berharap eksistensi Lesbumi di Padang bisa berbuat. Dari perlombaan tari ini menunjukkan Lesbumi Padang mampu berbuat menghidupkan dan melestarikan kesenian lokal,” kata Dinnaldo.

Dikatakan Dinnal, dalam perlombaan kesenian seperti yang dilaksanakan ini, para peserta tidak perlu berkecil jika belum berhasil meraih prestasi (juara). Karena dalam kegiatan kesenian seperti ini bukan soal kalah dan menangnya. Tapi mereka yang mendapatkan hadiah adalah merupakan penghargaan semata. Bukan berarti yang tidak juara tidak pintar, tidak pandai berkesenian. Mereka yang belum dapat hadiah tropi, dan lainnya, jangan berkecil hati. Mereka yang mendapat hadiah tropi dan sebagainya  itu adalah penghargaan saja.

Ketua Dewan Penasehat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU Kota Padang, Armaidi Tanjung menyebutkan, dengan lomba tari Minang ini,  menunjukkan masih banyak para orang tua yang peduli kepada anaknya untuk memperkenalkan khasanah kesenian Minang. Kegiatan ini merupakan wadah bagi orang tua untuk turut melestarikan kesenian Minang kepada generasi anak-anak dan generasi muda.

“Selama ini anak-anak banyak menghabiskan waktunya di depan tv yang menyajikan budaya luar yang belum cocok dengan kultur Minangkabau. Dengan lomba ini, berarti orang tua sudah  berupaya membentengi anaknya dari budaya luar yang tak cocok dengan nilai-nilai kehidupan di lingkungannya,” kata Armaidi.

Pembina Alang Babega Syafri Kasim menilai perlombaan ini merupakan kombinasi generasi tua dengan generasi muda yang bagus. Alang Babega yang mayoritas dari generasi tua, sedangkan PMII dan Lesbumi dari kalangan generasi muda yang selalu ingin berbuat sesuatu. Jika kombinasi generasi tua dan muda ini bisa bersatu, tentu banyak hal yang bisa dilakukan untuk kemajuan dan pelestarian kesenian lokal Minangkabau.

Keterangan Foto:

1.       Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Lesbumi M. Dinnaldo Majin menyerahkan Surat Keputusan kepengurusan Pimpinan Cabang Lesbumi Kota Padang kepada Ketua PC Lesbumi Padang Hasbullah Al-Qomar dan pengurus lainnya yang disaksikan oleh peserta Lomba Tari Minang Melayu, Minggu (21/4/2013) di Taman Budaya Padang.

2.       Pembina Sanggar Tari Alang Babega Syafri Kasim tengah meniup lilin angka 41 merayakan usia Alang Babega ke-41 tahun disaksikan pengurus Alang Babega dan Panitia Lomba Tari Minang Melayu lainnya, Minggu (21/4/2013) di Taman Budaya Padang.

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.