Beranda Daerah

Lazisnu Malang Bertekad Tingkatkan Kepedulian Zakat

BERBAGI
gblazis

gblazis

Malang, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Malang memiliki program untuk menerbitkan buku panduan zakat yang rencananya akan dibagi-bagikan kepada para masyarakat yang tergolong mampu. Di dalam buku itu akan dijelaskan segala yang berkaitan dengan zakat, perhitungan, nishabnya.

 

Penerbitan buku tersebut merupakan langkah awal yang akan dilaksanakan Lazisnu Kabupaten Malang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat kabupaten Malang mengenai zakat dan sejenisnya. Ini adalah bentuk komitmen Lazisnu Kabupaten Malang, karena wawasan masyarakat pada salah satu rukun Islam ini masih sangat rendah. Ust. Rohmat Daroini mengungkapkan hal demikian saat diwawancarai berita9online pada Hari Selasa, 21 Mei 2013 kemarin.

 

“Kita menyadari bahwa masyarakat kita masih kurang memahami masalah zakat. Mereka masih bingung dan kurang mengerti apa zakat maal, dan apa perbedaannya dengan Infaq dan Shaadaqah.” Tutur Pak Rohmat.

 

Untuk memuluskan jalannya program itu, juga sebagai upaya membina masyarakat, Lazisnu Malang dalam waktu dekat berencana untuk melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (diklat) petugas yang akan diterjunkan sebagai penarik zakat, infaq dan shadaqah. Hal ini dilakukan karena jumlah personil sangatlah sedikit untuk menangani area Kabupaten Malang yang sangat luas.

 

“Kami menyadari Kabupaten Malang sangat luas, sedangkan petugas lazisnu hanya sekitar 11 orang, adalah hal yang sulit menangani 33 kecamatan di kabupaten Malang.” Tutur ustadz yang juga mengajar di sebuah Madrasah NU ini.

 

Dibalik itu semua, para pengurus menyadari bahwa pandangan masyarakat terhadap hal yang berbau penarikan dana sangatlah rendah dan bahkan cenderung mencibir. Akan tetapi kendala ini tidak akan menghalangi keinginan Lazisnu.

 

“Tantangan pertama yang kemungkinan besar akan dihadapi kita adalah pandangan masyarakat yang selama ini sangat rendah melihat orang yang menarik dana dari rumah ke rumah. Tetapi tidak masalah, karena perlahan mereka memang akan kami sadarkan bahwa semua ini adalah keharusan.”

 

Mulanya program ini berasal dari usulan Rahmat, bendahara Lazis yang kemudian mendapatkan sambutan positif dari ketua Lazisnu Kabupaten malang Gus Syamsul.

 

Meski demikian, sampai sekarang masih belum bisa maksimal karena belum ada kesepakatan mengenai format yang tepat dalam rangka untuk menyukseskan program tersebut.(Ahmad Nur Kholis)

2 KOMENTAR

  1. Mohon untuk di tingkat kecamatan dan desa (MWC dan Ranting) dibentuk Lazisnu, dengan tujuan untuk meluruskan masalah zakat (penyaluran dan pembagian) khususnya zakat fitrah

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.