Harga Anjllok, Pedagang Mangga Rugi Puluhan Juta

BERBAGI
(foto: beritafoto)
(foto: beritafoto)
(foto: beritafoto)

 

Sumenep-berita9online, Sejumlah pedagang mangga di Sumenep yang memasok mangga ke berbagai daerah, mengaku merugi puluhan juta rupiah, akibat tidak stabilnya harga mangga di pasaran.

 

Seperti yang dialami Abd. Aziz (30), warga Dusun Banasare Barat, Desa Banasare, Kecamatan Rubaru. Ia mengalami kerugian hingga Rp 20 juta dalam 8 kali pengiriman berbagai jenis mangga ke sejumlah pasar di Indonesia.  Menurutnya, kerugian tersebut dipicu rusaknya kualitas mangga akibat musim pancaroba tahun ini.

 

Hal tersebut masih diperparah dengan membeludaknya mangga yang masuk ke pasar. Akibatnya, harga jual mangga anjlok. “Sekarang ini harga Mangga sekitar Rp 3.000 – Rp 5.000 per kg.  Harga itu turun 50 persen dari harga tahun lalu yang berkisar Rp 5.000 – Rp 7.000 per kilogram,” katanya, Rabu (06/11/13).

 

Ia menuturkan, meskipun harga mangga tengah anjlok, para pedagang mangga mau tidak mau tetap harus melepas barang dagangannya sesuai harga pasar. Pedagang tidak mungkin membawa barang dagangannya tersebut pulang ke rumahnya.  “Ya kalau sudah kadung masuk pasar, mau tidak mau kita harus mengikuti harga pasar, berapapun harganya. Meskipun rugi, ya tetap harus dilepas. Karena tidak mungkin kami membawa pulang mangga-mangga ini,” ujarnya.

 

Aziz memaparkan, dirinya merugi hingga Rp 20 juta, karena harga beli mangga di sejumlah pasar, sama dengan harga kulakan. Padahal para pedagang harus mengeluarkan biaya untuk packing dan transportasi. “Setiap kg, kami mengeluarkan biaya sekitar Rp 1.250 untuk pengepakan dan ongkos kirim. Tapi ternyata harga kulak mangga sama dengan harga di pasaran. Ya jelas kami rugi,” ucapnya.

 

Rendahnya harga Mangga juga diungkapkan Slamet (30), salah seorang pengepul Mangga asal Desa Jabaan, Kecamatan Manding. Menurutnya, saat ini terjadi penurunan tajam harga Mangga. “Sekarang ini pasar Mangga di Sumenep kurang bergairah. Harga anjlok, pengiriman tersendat. Ini ada puluhan ton Mangga di Desa Jabaan dan Batu Putih yang akan di Kirim ke Kalimantan, tertahan karena kondisi cuaca buruk,” terangnya.

 

Mangga dari Sumenep selama ini merajai sejumlah pasar di Tanah Air. Tidak hanya kota-kota di Pulau Jawa Seperti Surabaya, Malang, Jogja dan Bandung, mangga Sumenep juga menjadi salah satu primadona di Banjarmasin. Di Banjarmasin, mangga jenis madu yang menjadi incaran konsumen. Sedangkan untuk jenis Manalagi, Golek, dan Arumanis, menjadi favorit di sejumlah daerah lainya. [tem/kun/beritajatim]

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.