Beranda Daerah

Gus Ishom: Bawa Simbol NU, Caleg Harus Dapat Izin PBNU

BERBAGI
Rais Syuriyah PBNU KH. Ahmad Ishomuddin, M.Ag [foto: muhammad faizin]
Rais Syuriyah PBNU KH. Ahmad Ishomuddin, M.Ag [foto: muhammad faizin]
Rais Syuriyah PBNU KH. Ahmad Ishomuddin, M.Ag [foto: muhammad faizin]

Pringsewu-berita9online, Semakin dekatnya Pesta Demokrasi Pemilu yang akan di gelar 9 April 2014,  membuat para caleg yang akan berkompetisi merebutkan kursi dewan menempuh bermacam-macam cara untuk lebih mendekatkan dan memperkenalkan diri kepada para calon pemilih.

 

Hal ini nampak dari semakin banyaknya atribut-atribut kampanye seperti spanduk, bendera, baliho dan lain sebagainya yang terpampang di pinggir jalan dan berbagai sudut tempat strategis. Namun sangat disayangkan beberapa caleg yang mengaku warga NU memasang atribut mereka dengan menampilkan simbol simbol NU di alat kampanye mereka seperti logo NU.

 

Entah memang mereka tidak tahu tentang khittoh NU yang menyatakan bahwa Jamiyyah NU tidak berpolitik atau mereka sebenarnya tahu hal tersebut telah melanggar AD ART NU, namun mereka tidak peduli dengan tujuan menarik warga nahdliyyin untuk mencoblos mereka.

 

Menanggapi fenomena ini Rais Syuriyah PBNU KH. Ahmad Ishomuddin, M.Ag menjelaskan bahwa dalam Pasal 17 ayat 3 Peraturan Organisasi dan Pedoman Administrasi NU telah mengatur tentang hal ini. Pasal tersebut berbunyi: “Penggunaan lambang NU untuk keperluan komersial oleh perseorangan harus dengan izin tertulis dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.”

 

“Jadi, tidak bisa dibenarkan politisi dari partai apapun memakai simbol NU dalam berpolitik praktis. Itu tandanya tidak percaya diri ” Tegas Kyai Muda asal Pringsewu Lampung ini.

 

Di hubungi (20/03/14) disela-sela Rapat Rutin Tim 9 PBNU untuk penyelarasan AD, ART dan Peraturan Organisasi Bahan Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Jakarta yang akan di gelar bulan Mei 2014 mendatang, Kyai Ishom juga menambahkan dengan singkat tentang sanksi yang bisa diberikan Kepada para caleg yang membawa simbol simbol NU dalam kampanyenya “Mungkin cukup diberi sanksi langsung dari warga NU dengan tidak memilihnya”. tegasnya.

[ Muhammad Faizin ]

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.