Dahlan Iskan Minta Unej Teliti Tebu yang Tahan Basah

BERBAGI
(foto: seraipower)
(foto: seraipower)
(foto: seraipower)

 

Jember-berita9online, Hujan turun terus-menerus di sejumlah wilayah perkebunan tebu membuat persentase rendemen turun. Industri gula membutuhkan tebu yang tahan terhadap kondisi basah.

 

Hal ini dikemukakan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, saat memberikan kuliah umum di Gedung Sutardjo, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (19/11/2013).

 

“Rendemen tebu kita jelek sekali. Maka ketika di Unej ditemukan bibit tebu yang tahan kering, saya minta diteliti bibit tebu yang tahan basah. Jadi, bagaimana walau hujan tak berhenti, tingkat kemanisan tebu tak berkurang,” kata Dahlan.

 

Dahlan menyatakan siap membantu biaya penelitian. “Tolong sebagian biaya penelitian diberikan ke Unej,” katanya kepada Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara X Subiyono, yang mendampinginya dalam kunjungan tersebut.

 

Usai acara kuliah umum, kepada wartawan, Subiyono menyatakan siap membantu dana penelitian untuk Unej. “Ini jadi tantangan kita. Perlu dicari varietas yang sepanjang tahun rendemen tidak turun. Di Kolombia sudah ada. Nanti kalau Unej bisa sendiri, tidak apa-apa, saya support,” katanya.

 

Subiyono membenarkan, rendemen anjlok karena iklim. “Tahun lalu di PTPN X bisa 8,13 persen. Sekarang rata-rata 7,3 persen. Namun di PTP yang menjadi bagian dari BUMN, rendemen ini masih tertinggi,” katanya.

 

Penurunan rendemen secara nasional memicu penurunan produksi gula nasional dari 2,46 juta ton menjadi 2,3 juta ton. Pabrik-pabrik gula dituntut melakukan efisiensi dan membuat tenaga kerja semakin produktif. Menurut Subiyono, salah satu tantangan adalah semakin tingginya ongkos produksi, 45 persen di antaranya adalah ongkos tenaga kerja. [beritajatim/hrs]

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.