Bangkitnya PMII Putri Kota Padang

BERBAGI
Peresmian kantor komisariat PMII Putri, Padang
Peresmian kantor komisariat PMII Putri, Padang
Peresmian kantor komisariat PMII Putri, Padang

 

Padang-berita9online, Korps Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) Cabang Padang harus mampu membuat sejarah sendiri bagi pengembangan dan penguatan kader pemimpin perempuan masa depan. Karena seorang pemimpin harus lahir dari proses yang dimulai sejak dini dan membutuhkan waktu yang cukup panjang.

 

Demikian diungkapkan Mabincab PMII Kota Padang Armaidi Tanjung pada peresmian Sekretariat Kopri PMII Padang, Sabtu (14/9/2013) di Jalan M. Yunus No. 50 RT 2 RW 3 Kelurahan Anduring Kecamatan Kuranji Padang. Pada saat yang sama juga diresmikan Sanggar Tari Perisai Biru yang dikembangkan oleh Kopri PMII Padang.

 

Hadir mantan Pengurus PC PMII Padang Pebriyaldi dan kader PMII Kota Padang dari IAIN Imam Bonjol Padang dan Universitas Negeri Padang (UNP).

 

Menurut Armaidi Tanjung, dengan dua momen ini, Kopri PMII Padang bisa lebih focus melakukan penguatan kadernya. “Dengan memiliki sekretariat sendiri, Kopri bisa lebih leluasa mengembangkan kegiatan yang khusus di bidang keputrian. Sebagai seorang calon ibu, Kopri diharapkan bisa mempersiapkan diri, baik sebagai kader bangsa, kader pemimpin masa depan, maupun sebagai seorang ibu kelak di kemudian hari,” kata Armaidi yang beberapa waktu lalu melunouncing bukunya, Drs. H.Mukhlis Rahman, MM 5 Tahun Walikota Pariaman Berlayar di Tengah Badai.

 

Dikatakan Armaidi, tantangan Kopri PMII ke depan semakin komplek seiring dengan kemajuan informasi dan teknologi. Untuk itu, setiap kader Kopri PMII harus meningkatkan kualitas diri dan penguasaan ilmu pengetahuan.

 

Ketua Umum PMII Padang Yosep Firman Susilo memberikan apresiasi luar biasa terhadap Kopri PMII yang memiliki sekretariat sendiri dan memiliki sanggar tari. Ini momen Kopri lebih eksis bergerak. ”Dengan swadaya anggota Kopri, ternyata mampu memiliki sekretariat sendiri. Mudah-mudahan Kopri PMII bisa lebih fokus terhadap nilai-nilai bundo kanduang, sebagai lambang perempuan di Sumatera Barat,” tutur Yosef.

 

Menurut Yosep, Kopri PMII harus lebih intensif melakukan kajian-kajian keputrian. Sehingga setiap kader Kopri PMII memiliki kemampuan analisis yang lebih baik dari tahun ke tahun. ”Terbatasnya pendanaan yang dimiliki Kopri PMII, sangat dibutuhkan kreatifitas-kreatifitas yang dapat merangsang tumbuh-berkembangnya Kopri PMII,” tambah Yosep Firman.

 

Ketua Kopri PMII Padang Hariyus Sofiani yang didampingi sekretarisnya Siti Rodiah menambahkan, keinginan Kopri PMII Padang memiliki secretariat sendiri memang sudah cukup lama. Namun berbagai keterbatasan, baru sekarang dapat terwujud. “Kopri PMII Padang bertekad untuk dapat lebih eksis di kalangan mahasiswa Kota Padang. Semakin banyak agenda-agenda organisasi yang dapat diselesaikan dengan adanya sekretariat ini,” kata Hariyus menambahkan.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.