Gara-gara KKN, 1,5 Juta Jemaah Umrah Tertunda Paspor

BERBAGI
paspor

paspor

Islamabad, Diperkirakan 1,5 juta jemaah umrah Pakistan kini mengalami kesulitan mendapatkan paspor. Bahkan, sebagian telah menunggu sampai tiga bulan untuk bisa mendapatkan paspor.

Dilaporkan, Direktorat Imigrasi dan Paspor Pakistan konon tidak memiliki cadangan kertas berlaminasi untuk pencetakan paspor sebanyak 1,5 juta jemaah itu. Banyak pencari paspor yang sudah mendapat aplikasi diproses di kantor imigrasi di seluruh negeri, tetapi paspor mereka tertunda karena tidak tersedianya kertas.

Sumber di Kantor Imigrasi dan Paspor Pakistan mengatakan bahwa pemerintah telah menempatkan pesanan kertas paspor sebagai prioritas. Krisis diperkirakan berakhir pada tiga minggu ini. Menurut pihak Kantor Imigrasi dan Paspor Pakistan, heboh kertas paspor hanya terjadi dalam kasus umrah, tidak pada mahasiswa dan pasien yang akan berobat ke luar megeri.

Sumber di Kementerian Dalam Negeri Pakistan mengatakan bahwa pengadaan kertas paspor terhambat kolusi di kementeriannya. Menurut sumber itu, impor kertas paspor ditunda karena mantan menteri dalam negeri sedang berusaha mendapatkan kontrak kertas paspor dari saudaranya.

Lesunya jemaah umrah karena hambatan paspor ini membuat maskapai penerbangan Pakistan (PIA) telah memperkenalkan tarif umrah khusus dan harga baru antara Rs40.000 (406,5 USD) hingga Rs48,000 (487,8 USD) dari semula sekitar Rs76.000 dari kota-kota di Pakistan. Harga tersebut sudah termasuk pajak dan fuel surcharge.
Keputusan itu diambil dalam pertemuan yang diadakan di Kantor Pusat PIA untuk memfasilitasi jemaah umrah. Penawaran ini berlaku sampai 31 Mei. Direktur PIA Asif Yasin Malik menyatakan bahwa maskapainya menyediakan fasilitas maksimal kepada penumpang umrah.

Ironisnya, meski PIA telah mengurangi jauh tarif umrah, sekitar 1,5 juta jemaah yang berniat umrah masih kesulitan mendapatkan paspor di Departemen Imigrasi dan Paspor Pakistan. Sehingga ditakutkan banyak yang akan kehilangan kesempatan memanfaatkan tawaran menarik itu.
Karena itu jemaah umrah Pakistan pesimis bisa memanfaatkan kesempatan tarip murah PIA yang hampir separuh tarip layak. Menurut The Nation edisi 6 Mei ini, jangan-jangan paspor siap, tiket murah tak berlaku lagi. (TheNation/MH)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.