Beranda Alam Hijau

Setiap Hari 220 Hektare Lahan Beralih Fungsi

BERBAGI
(foto: mongabay)
(foto: mongabay)
(foto: mongabay)

 

 

Jakarta-berita9online, Direktur Perluasan dan Pengelolaan Lahan Kementerian Pertanian Tunggul Imam Panuju mengatakan, alih fungsi yang sudah kebablasan itu terutama di seluruh wilayah Jawa. “Setiap kita bangun tidur, seluas 220 hektare lahan pertanian dialihfungsikan,” kata Tunggul saat ditemui Tempo di Subang, Rabu, 25 Desember 2013,
Menurut Tunggul, jika regulasi tentang alihfungsi lahan tidak dilaksanakan dengan ketat dan terkontrol, mulai dari tingkat pusat sampai daerah, diprediksikan, pada medio 2025, luas lahan sawah di Indonesia hanya akan tersisa dua juta hekatre saja. Saat ini saja, rata-rata lahan yang hilang akibat alih fungsi 80 hekter per tahun.

 

Tunggul mengatakan, dengan hilangnya lahan, bagaimana kita akan melakukan swasembada pangan melalui pertanian. Karena itu Tunggul mendesak Pemkab Subang, daerah yang masuk lima besar produksi pangan nasional, agar mampu mempertahankan areal pertaniannya dari upaya alih fungsi. “Caranya, buatlah Perda tentang RTRW yang bisa memagari terjadinya alih fungsi lahan pertanian itu,” ucap Tunggul.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Abdurakhman berjanji menyetop seluruh perizinan terkait alih fungsi lahan tersebut. Sebelumnya ada sejumlah investor yang menginginkan lahan sawah untuk kawasan industri. “Tapi, semuanya kami gagalkan,” kata dia. “Kami berkomitmen, tak sejengkal pun lahan pertanian beralih fungsi ke indsutri.”

 

Beberapa tahun lalu memang ada sejumlah lokasi lahan sawah teknis yang beraligfungsi jadi pabrik. Saat itu, semangatnya agar terjadi pemerataan lapangan kerja. Tetapi, kenyataannya, malah menimbulkan dampak negatif, terutama menyangkut limbah dan lingkungan hidup.

 

“Kami tak ingin mengulang kesalahan dua kali. Maka, semua kegiatan alih fungsi lahan kami stop,” kata Abdurakman.

(tempo)

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.